Sulawesi Tengah Siap Lepas dari Krisis Listrik – Okezone

Rabu, Januari 11th 2017. | Breaking News

JAKARTA – Kondisi kelistrikan di Sulawesi Tengah, khususnya di sistem kelistrikan Palu, Donggala, Parigi dan Sigi (Palapas) semakin kuat karena mendapatkan tambahan pasokan listrik sebesar 24 megawatt (mw) dari Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.

Hal ini dapat terlaksana karena jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) sepanjang 284 kilo meter sirkuit (kms) dari Gardu Induk (GI) Poso ke GI Sidera (Palu Baru) telah resmi dioperasikan untuk mengoptimalkan suplai listrik dari PLTA Poso yang berkapasitas 3×65 mw.

General Manager (GM) PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Baringin Nababan menjelaskan bahwa, PLN berupaya untuk terus dapat mengoptimalkan energi listrik yang dihasilkan dari PLTA Poso, pembangkit yang menggunakan air sebagai sumber energi, yang tentu saja jauh lebih ekonomis jika dibandingkan menggunakan PLTD yang menggunakan minyak sebagai sumber energinya.

BERITA REKOMENDASI


 

“Bertambahnya 24 mw dari PLTA Poso, akan dapat membantu program pemerintah yang dilakukan oleh PLN dalam upaya efisiensi biaya energi bagi pembangkit,” ucap Baringin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Dia menambahkan, tambahan 24 mw energi listrik dari PLTA Poso berpotensi mengurangi penggunaan BBM untuk pembangkit sebanyak 103 kilo liter per hari atau sekitar 3.090 kiloliter (kl) per bulan atau ekuivalen dengan penghematan sekitar Rp31,080 miliar per bulan atau Rp373,024 miliar per tahun.

“Hitungan ini dengan asumsi harga BBM (sesuai RKAP 2015) sebesar Rp10.060 per liter dengan specific fuel consumption (SFC) 0,275,” jelas Baringin.

Baringin menambahkan, PLN juga akan dapat memperbaiki komposisi penggunaan bahan bakar minyak (gasoline combine). Sebelum transmisi Poso – Palu beroperasi, gasoline combine di Palu mencapai 65 persen dan sisanya 35 persen dari batubara yang dihasilkan melalui PLTU Mpanau 2 x 13 MW milik swasta. Dengan tambahan energi air dari PLTA Poso maka angka gasoline combine akan turun sebesar 23 persen menjadi 42 persen.

Sementara itu GM PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) XIII Jaringan Sulawesi, Sarono mengucapkan bahwa, selain telah menyelesaikan pembangunan jaringan SUTT Poso – Palu, PLN saat ini juga sedang mengupayakan penyelesaian pembangunan dua jaringan SUTT di Sulawesi Tengah yaitu trasmisi 150 kV dari GI Sidera ke GI Silae sepanjang 56 kms, serta transmisi 70 kV dari GI Sidera ke GI Talise sepanjang 40 kms.

Pembangunan proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk mewujudkan satu sistem interkoneksi kelistrikan Sulawesi yang dapat menghubungkan seluruh pulau Sulawesi dalam satu sistem kelistrikan seperti yang telah ada di Jawa – Bali dan Sumatera.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menjelaskan, tambahan pasokan listrik dari PLTA Poso diharapkan akan menutupi kekurangan daya yang terjadi selama ini. Beban puncak sistem kelistrikan Palapas mencapai 88 MW.

“Selain untuk mencukupi kebutuhan listrik bagi 300 ribu pelanggan, kelebihan daya juga akan digunakan untuk memenuhi permintaan listrik dari calon pelanggan yang telah masuk dalam daftar tunggu. Kami berharap agar listrik dari PLTA Poso masih lebih dapat dioptimalkan lagi, sehingga dapat ikut membantu kegiatan perekonomian dan menopang pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah,” tukasnya.

Everything is Logic, Be SMART.

Related Post

tags: , , , , , ,