Terdakwa Pengklaim Wakil Nabi Dituntut 5 Bulan Penjara – Mantribuncit.com

Rabu, Januari 11th 2017. | Breaking News

Ilustrasi persidangan. dok. Mantribuncit.com.co

BANDAR LAMPUNG — Mengaku Wakil Nabi, Mustofa NR (52) dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Wahyu Agus Pratekta selama lima bulan penjara. Terdakwa yang mengaku sebagai wakil Nabi Muhammad noticed itu dinyatakan bersalah melanggar Pasal 406 KUHP. Atas kasus perusakan kaca ruang kantor Ketua DPRD Provinsi Lampung.
Menurut JPU di persidangan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa terbukti melakukan perusakan gedung. Sedangkan yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan terdakwa belum pernah dihukum.
Terdakwa sebelumnya melakukan perusakan lantaran kesal karena tidak bisa bertemu dengan Ketua DPRD Provinsi Lampung untuk difasilitasi bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dalam sidang dengan agenda keterangan terdakwa tersebut, Mustofa yang bekerja sebagai petani itu mengaku belum puas meski telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Pasal 406 KUHP. Terkait kasus perusakan kaca ruang kantor Ketua Anggota DPRD Provinsi Lampung.
Dalam keterangannya di persidangan terdakwa yang merupakan warga Desa Sukajaya, Kedondong, Kabupaten Pesawaran itu, mempersilakan Majelis Hakim untuk menghukum dirinya jika terbukti bersalah. Pasalnya, ia mengaku perbuatan tersebut dilakukan karena kecewa dengan Ketua DPRD Provinsi Lampung yang tidak bisa bertemu untuk memfasilitasi dirinya agar bertemu kepada Presiden untuk disahkan sebagai wakil Nabi Muhammad noticed.
“Kalau masalah pecah kaca itu saya puas, tapi kalau mengenai fasilitasi untuk bertemu Presiden, saya ini tidak puas,” kata Mustofa.
Disinggung mengenai harapan terdakwa dalam persidangan itu, Mustofa mengucapkan hanya ingin ketemu Presiden agar Presiden dapat mengumumkan kepada seluruh dunia terutama umat Islam jika dirinya adalah wakil Nabi Muhammad noticed yang dapat mempersatukan suluruh umat di dunia ini.
Dalam dakwaannya JPU menjelaskan terdakwa didakwa dengan Pasal 406 KUHP lantaran melakukan penghancuran, merusak, membuat tidak dapat dipakai lagi. Kejadian tersebut berawal pada 10 Februari 2016 terdakwa mendatangi kantor DPRD Provinsi Lampung untuk bertemu dengan pimpinan DPRD Provinsi Lampung untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden RI.
Namun karena saat itu terdakwa langsung melempar kaca ruang tunggu tamu Ketua DPRD Provinsi Lampung dengan botol minuman, sehingga kaca ruang tunggu tersebut pecah dan tidak bisa digunakan kembali. Karena saat itu banyak petugas keamanan, lalu terdakwa diamankan dan diserahkan ke Polresta Bandarlampung untuk diperiksa lebih lanjut. “Bahwa akibat perbuatan terdakwa, kantor DPRD Provinsi Lampung mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp2 juta.

Everything is Logic, Be SMART.

Related Post

tags: , , , , , , , , ,