Polisi Periksa Tommy Soeharto Terkait Aksi 212

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Polda Metro Jaya memanggil Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto demi memintai keterangan yang berkaitan dengan aksi bela Islam 21 Desember 2016.

Tommy Soeharto akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan makar yang menyeret wanita bernama Firza Husein.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pada pemangilan pertama pada Jumat (31/3/2017) Tommy tak hadir.

“Yang bersangkutan belum bisa hadir, kuasa hukumnya datang menyampaikan belum bisa hadir. Nanti akan kita agendakan kembali menunggu tindak lanjut dari penyidik,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (2/4/2017).

Pemanggilan Tommy sebagai saksi belum ada kaitannya dengan aksi 313 atau 31 Maret 2017 lalu.

“Sementara belum ada kaitannya (dengan 313). Ada korelasinya (dengan 212),” ujar Argo.

Polisi belum bisa memberikan keterangan mengenai peran Tommy di balik aksi 212. Polisi masih perlu melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Nanti kita dalami dulu. Kita panggil apakah yang bersangkutan penyaluran dana, nanti kita dalami karena kaitannya dengan yayasan cendana,” ujar Argo.

Firza Husein merupakan satu dari 10 tokoh yang ditangkap petugas Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2016 atau jelang Aksi 212, karena dugaan terlibat rencana makar terhadap pemerintah.

Untuk melengkapi berkas penyidikannya, penyidik menjadwalkan pemeriksaan Tommy Soeharto sebagai saksi kasus makar untuk tersangka Firza Husein pada Jumat (31/3/2017) kemarin.

Namun, pemeriksaan gagal dilaksanakan karena Tommy Soehartp tidak memenuhi panggilan.

Pihak penasihat hukum Tommy Soeharto menyatakan hal itu dikarenakan belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari penyidik.

Namun, pihak polda menyatakan surat panggilan itu sudah diterima oleh pihak Tommy karena ada tanda tangan penerimaan surat tersebut.
Mantribuncit.com Berita Viral Terpanas Hari Ini